Postingan

BELAJAR DARI KEBIASAAN PENULIS HEBAT

Gambar
BELAJAR DARI KEBIASAAN PENULIS HEBAT Menemukan kebiasaan bekerja yang ideal memungkinkan saya untuk menulis secara konsisten seperti pengalaman para penulis lain yang telah saya jelajahi. Seperti yang sudah saya jelaskan, saya mencoba untuk terbiasa untuk memulai menulis di pagi hari. Ini membantu saya untuk fokus dan memastikan bahwa saya memperoleh karya tulis saya. Saya suka membaca mengenai penulis favorit saya dan apa kebiasaan menulis mereka yang menyebabkannya berhasil. Berikut ini, saya berbagi mengenai beberapa kebiasaan kerja penulis favorit saya... dan tentu saja itu bukan satu-satunya cara untuk sukses. Beberapa penulis ingin menulis sejumlah kata atau halaman setiap hari, sedang yang lain senang menulis halaman atau kalimat. Ada yang menyukai tulisan tangan, ada yang melakukannya pada kartu indeks. Ada menulis sambil berdiri, ada yang sambil berbaring. Sungguh, tidak ada cara tunggal dalam bekerja. Lakukan yang terbaik menurut cara Anda dan mari berbagi. ...

Hakikat Cerpen 3 Paragraf

Gambar
HAKIKAT CERPEN 3 PARAGRAF Tengsoe Tjahjono Istilah cerpen 3 paragraf pada tahun 1980-an pernah saya pakai untuk cerpen-cerpen yang saya kirim ke koran Suara Indonesia Malang . Sebenarnya cerpen yang pendek bukanlah istilah yang baru. Pernah ada istilah short short-story atau bahkan long short-story , cerpen yang pendek atau cerpen yang panjang. Bahkan, kita juga mengenal istilah flash-fiction , flash-story, cerita sekilas, cerita mini, fiksi mini, dan sebagainya. Dalam konteks ini sifat ‘ flash ’ itu ada pada persoalan yang diangkat atau pada bagaimana persoalan itu diperoleh sebagai sebuah inspirasi bagi penulis. Rata-rata jenis cerita sekilas ini masih tampak panjang. Ada pula yang berupaya membuat ukuran dari segi jumlah kata, misalnya cerita 50 atau 100 kata. Ukuran jumlah kata tersebut justru membuat penulis tidak mampu mengungkapkan rasa dan gagasnya secara leluasa. Akhirnya, sangat terasa artifisial dan terpaksa. Bagi saya ukuran cerpen bukanlah terletak pad...

Kesunyian Mouna dalam Rupa dan Kata

Gambar
KESUNYIAN MOUNA DALAM RUPA DAN KATA Tengsoe Tjahjono Nyamuk yang terpasung Pada ranting kering pohon perdu Sebentar lagi redup dan menutup Tak perlu kautunggu /1/ Mouna Be sebenarnya lebih dikenal sebagai perupa. Sejak 1996 ia sudah banyak terlibat dalam berbagai pameran. Lukisan Mouna cenderung murung dan sepi. Sebatang pohon dengan beberapa ranting dengan latar langit yang polos tanpa awan sebiji pun. Pohon yang berdiri di tepi kanvas, seakan disingkirkan dari bentang semesta. Seeko rkupu-kupu yang menancap sendiri di sebuah pohon, sementara di langit terlihat kupu-kupu lain terbang menjauh. Ia seakan sengaja ditinggalkan. Tema-tema sendiri dan sepi itu semakin diperkuat oleh pilihan warna yang sengaja dimiskinkan. Tidak banyak warna dipakai oleh Mouna untuk mengungkapkan gejolak batinnya. Paling banyak ada 3 warna dasar hadir pada setiap lukisannya. Sungguh, penikmat diajak untuk memasuki suasana batin, daripada disibukkan oleh suasana fisik atau raga. Lukis...

Puisi tentang Korea karya Tengsoe Tjahjono

Gambar
Tengsoe Tjahjono PINTU Kukenal kamu sebagai pintu. Kukenali karena bentukmu. Melewatimu harus menunduk, bayang-bayang separoh badan Hanya debu, hanya debulah aku  Lalu kamu ajak aku bersila pada dataran papan hangat. Energi mengalir dari batin ditumbuk dalam lesung yang tersedia di sudut “Bukankah kelembutan itu sebuah pintu abadi?” Pintu lain dari gerbangmu  tak ada yang bisa mengekalkan buka atau tutup salammu selalu bersambut dalam bayang separoh tubuh                                                                                    ...

Kamu Wakilku, Maka Layani Aku

Gambar
Kamu Wakilku, Maka Layani Aku Tengsoe Tjahjono Memo Penyair dimaksudkan sebagai catatan, pesan, saran, ajakan, atau bisa jadi kritik penyair terhadap kerja para penyelenggara negara dan pelayan publik manakala terlihat terjadi penyimpangan atau tidak mengabdi pada kepentingan besar rakyat. Pada tahun 2014 Memo Penyair menerbitkan antologi puisi Memo untuk Presiden . Antologi tersebut dimaksudkan untuk memberikan masukan dan pesan kepada presiden mengenai hal-hal yang mesti diperhatikan dan dieksekusi selama yang bersangkutan berada dalam pemerintahan. Bahkan, puisi tersebut diharapkan bisa menjadi pengawal dan pengawas secara batin dan nurani segala kebijakan pemerintah. Pada tahun 2015 ini Memo Penyair juga menerbitkan antologi puisi Memo untuk Wakil Rakyat . Bukan tanpa alasan jika para penyair bersekutu melalui jalan puisi untuk selalu mengingatkan wakil rakyat dalam menjalankan fungsi legislasinya. Bukankah beberapa legislator mulai memperlihatkan perilaku yang t...

Antara Minat Baca dan Selera Baca

Gambar
ANTARA MINAT BACA DAN SELERA BACA Oleh Tengsoe Tjahjono Membaca merupakan salah satu kegiatan bahasa yang amat vital dalam masyarakat modern dan lebih-lebih di kalangan akademisi. Dalam masyarakat setiap hari puluhan koran, majalah, bahkan buku-buku selalu diproduksi dan dipasarkan. Di dalam semua jenis media itu akan dijumpai informasi mengenai pengetahuan, berita, lapangan pekerjaan, iklan, dan sebagainya, yang mau tak mau harus diserap oleh masyarakat modern tersebut. Kecuali, jika masyarakat modern tersebut, hanya modern dalam dimensi waktu, bukan modern dalam dimensi kultural. Membaca, seharusnya, menjadi kebutuhan hidup masyarakat ini. Rosidi (1983:86) menegaskan bahwa pengetahuan sebagian besar tidaklah didapatkan dari bangku sekolah, melainkan melalui buku. Banyak orang mengatakan bahwa buku itu sesungguhnya merupakan universitas yang paling baik. Sedangkan di kalangan akademisi membaca menjadi jantung kehidupan mereka. Informasi yang diberikan guru atau dosen ...

Puisi yang Terus Ditulis

Gambar
PUISI YANG TERUS DITULIS Oleh Tengsoe Tjahjono hanya sebongkah kuasah menjadi kupu-kupu sayapnya patah melukai mata bocah musim telah berubah kini batu menjadi buah (TANDA- Widodo Basuki ) Dalam berbagai peristiwa lomba sastra yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur kehadiran para dewan juri atau dewan pengamat mutlak diperlukan. Para dewan juri tersebut bukan hanya berkutat pada persoalan menilai para peserta yang sedang berlomba, namun sekaligus melakukan silaturahmi dengan sesama juri itu. Dalam pertemuan yang berlangsung di saat-saat istirahat seringkali muncul spirit untuk merajut karya bersama. Maka, tak jarang lahirlah beberapa karya antologi. Aming Aminoedhin, Ayomi Tyas Wening, Bagus Putu Parto, Herry Lamongan, Ida nurul Chasanah, Jack Parmin, Lennon Machali, R. Djoko Prakoso, R. Giryadi, Tengsoe Tjahjono, Tjahjono Widarmanto, dan Widodo Basuki kali ini menerbitkan sebuah antologi puisi yang diberi tajuk “Dendang Kecil Jalan Sunyi”. Seba...