Postingan

Membaca Budaya dalam Novel

Gambar
MEMBACA BUDAYA DALAM NOVEL Tengsoe Tjahjono Apa yang Anda harapkan setelah membaca sebuah novel? Tentu akan banyak harapan bergantung pada masing-masing pembaca. Mungkin saja pembaca berharap akan penghiburan, pengalaman-pengalaman baru, pencerahan, pengetahuan budaya, dan sebagainya. Semua itu bisa saja dipenuhi oleh sebuah novel sebab novel sejatinya sebuah konstruksi budaya melalui sebuah teks. Sebuah novel bukan hanya menampilkan alur dan konflik manusia, tetapi novel juga menyajikan bagaimana manusia-manusia tersebut bersinggungan dengan budaya, berdenyut dan mati bersamanya. Manusia akan bertemu dengan pikiran-pikiran, komunitas sosial, tradisi, dan benda-benda budaya yang secara langsung dan tak langsung berpengaruh terhadap cara berpikir dan laku hidupnya. Novel “Ingatan yang Tersisa” karya Renda Yuriananta merupakan novel yang sangat kental mengangkat remah-remah budaya yang mengalir dalam hidup dan kehidupan para tokoh. Novel ini mengambil latar di wilayah pant...

Pergumulan Legenda, Mitos, Babad

Gambar
Puisi-puisi Tjahjono Widarmanto: PERGUMULAN LEGENDA, MITOS, BABAD Tengsoe Tjahjono sejarah itu bangun diam-diam.seperti hantu memberi nafas baru; api yang dulu pernah nyala  dalam puisi Sebuah puisi ternyata bukanlah sebuah teks yang sungguh-sungguh bebas, sungguh-sungguh sebuah ciptaan baru. Puisi bukanlah produk kreasi yang lahir dari tiada lalu menjadi ada. Puisi sebagai sebuah teks, sebenarnya bukanlah teks yang bersih dari kehadiran teks-teks lain. Kehadiran teks-teks lain ke dalam teks puisi merupakan ‘garis hidup’ yang tak terhindarkan. Suasana seperti itu juga terjadi dalam diri saya saat menziarahi puisi-puisi Tjahjono Widarmanto (TW). Saat saya harus mencebur ke dalam teks-teks puisi yang ditulisnya, saya berhadapan dengan aneka macam teks lain. Jadilah puisi tersebut asing, namun sekaligus hingar bingar. Maka, seperti yang ditulisnya puisi itu adalah sejarah yang bangun diam-diam . Apa artinya? Sebuah puisi di samping berperan menciptakan sejarah, ia ...

Gagasan Menemu Raga

Gambar
GAGASAN MENEMU RAGA Tengsoe Tjahjono                                    lebah-lebah itu                   membangun sarang ayat                   di lubuk batin kita                   agar jiwa kerasan wirid di sana    (Lebah 3 – Djoko Saryono) Djoko Saryono (kemudian disingkat DS) dikenal sebagai guru besar Universitas Negeri Malang. Tulisan-tulisannya berkisar pada masalah-masalah pendidikan, budaya, dan kritik sastra. Dalam konteks seperti itu DS selalu bergelut dan bergulat dengan gagasan. Gagasan-gagasan DS sering terkesan unik, bah...

BERLATIH MENULIS CERPEN

Gambar
BERLATIH MENULIS CERPEN Oleh Tengsoe Tjahjono Saat saya ditawari untuk memberikan pelatihan menulis cerpen yang saya tanyakan lebih dahulu siapa pesertanya. Guru-guru SMA. Berdasarkan jawaban itu muncul dua masalah dalam diri saya: Pelatihan ini untuk membekali guru agar mampu menulis cerpen atau membekali guru agar mampu mengajarkan perihal menulis cerpen untuk para anak didik mereka. Atau justru untuk kedua-duanya. Lalu saya berpikir lagi: Mana mungkin seseorang mampu mengajarkan menulis cerpen jika ia tidak memiliki pengalaman menulis cerpen. Berdasarkan hal tersebut maka pelatihan ini saya susun sebagaimana seorang guru yang sedang mengajarkan menulis cerpen kepada siswanya. Pengalaman dalam pelatihan kali ini dapat diterapkan di sekolah kelak. A.       Mengenali unsur-unsur cerpen Cerpen atau cerita pendek merupakan jenis tulisan narasi fiktif. Kata “pendek” menyangkut beberapa hal: panjang tulisan terbatas, jumlah tokoh terbatas, alur ha...