Postingan

PUISI: DARI MANA, TERUS KE MANA?

Gambar
PUISI: DARI MANA, TERUS KE MANA? Oleh Tengsoe Tjahjono   Bagaimana menulis puisi? Sebuah pertanyaan yang tidak gampang dijawab. ‘Tidak gampang’ karena sebuah karya sejatinya adalah ekspresif subjektif, ungkapan personal, serta khas pribadi. Apakah ada ukuran-ukuran resmi tentang keindahan puisi? Tentu saja tidak ada. Keindahan selalu saja relatif. Mengapa orang sulit menulis puisi? Menulis puisi itu menjadi sulit karena saat menulis puisi orang tersebut ingin menulis puisi yang baik, ingin puisinya sebagus karya Sapardi Djoko Damono, Rendra, Taufiq Ismail, atau lainnya. "Keinginan" itu justru menjadi hambatan besar menulis. Ketika merasa puisinya tidak baik, orang itu menjadi enggan menulis; ketika puisinya dirasa tidak sebagus karya penyair mapan, orang itu pun patah arang. Ingin berhasil menulis puisi? Hapus "keinginan menjadi baik" saat Anda belajar atau berproses. Apa yang akan saya jelaskan mengenai bagaimana menulis puisi ini tentu merupakan pen...
Gambar
HAKIKAT   SASTRA Tengsoe Tjahjono   /1/ Apa itu karya sastra? Begitulah seseorang bertanya kepada saya melalui inbox di akun FB saya. Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Merumuskan sebuah teks sebagai karya sastra tidaklah gampang. Mengapa demikian? Karena dewasa ini batas-batas antara sastra dan bukan sastra sangatlah tipis. Saat melintas di jalan kita bertemu dengan kain rentang bertuliskan: Kecipir mrambat nok pinggir kali/ Wetan desa akeh wit klapa// Sampeyan   nyopir sing ati-ati/ Lek sembrana bakal cilaka. Itu merupakan tulisan yang berisi pesan kepolisian kepada para pengendara di jalan. Sastrakah yang demikian?   Tulisan di kain rentang itu jelas memakai pola kidungan atau pantun. Dia patuh sekali pada ketentuan penulisan pantun. Bahasanya juga sangat memperhatikan irama. Ada tema dan pesan di dalamnya. Serta yang tidak kalah pentingnya tulisan itu ditujukan pada publik pembaca yang sangat luas. Tulisan itu memakai bahasa sastra. Namun, apakah ...
Gambar
BELAJAR DARI PARA JAWARA PENULIS ESAI Tengsoe Tjahjono Ingin menjadi penulis esai andal? Tentu, hal itu merupakan cita-cita yang sangat baik. Setiap orang yang belajar menekuni bidang tertentu, selalu ingin menjadi yang terbaik di bidang tersebut. Namun, hal itu harus dicapai dengan bekerja keras. Tidak bisa instan, tidak bisa serta merta. Pasti melalui proses panjang. Jatuh bangun, dan mungkin berdarah-darah. Yang dibutuhkan adalah mampukah kita bertahan dan tetap setia. Tahap awal dari proses panjang itu adalah panggilan untuk memulai membaca. Tentu saja membaca tulisan-tulisan esai yang ada. Dari tulisan itu kita akan belajar tentang topik, tentang bahasa yang digunakan, tentang format yang disusun, dan sebagainya. Ingin menjadi penulis esai andal? Mulailah membaca esai para jawara penulis esai Indonesia. Misalnya Goenawan Mohammad, Radhar Panca Dahana, Bandung Mawardi, dan sebagainya. Sekilas tentang Esai Sebelum belajar dari para jawara penulis esai tersebut...

KURSI DI ATAS DAUN

Gambar
KURSI DI ATAS DAUN                                                             untuk m. anis pada daun disiapkan tenaga demi hari esok yang tak ditahu. pada daun api dan air bersekutu menetaskan magma, asap yang mengepul dari cerobong. lihat, punggungnya berkilat. aku pun teringat pada rakyat. energi yang tak kunjung tamat bertong-tong energi diusung ke segala penjuru tubuh, ke akar, ranting, kelopak, dan bakal buah. bertong-tong energi diusung di bawah matahari, dihalau angin kering. matanya tak pernah menyerah, meski selalu menunduk melukis warna tanah adalah daun, lemah dan robek begitu mudah. bisa saja seekor ulat memangkas seinci demi seinci, menyisakan ruang bolong di tepi-tepi, ...

KOMPOSISI BERJUTA KURSI

Gambar
KOMPOSISI BERJUTA KURSI pada sebuah museum kursi, kursi bertumpuk bagai gerbang jiwamu yang lapuk, berkarat dan tua, nyaris tak lagi berwarna. cuma sisa kejayaan tersimpan pada bantalan dan sandaran, legam berkilat disemprot langit bencana sekarang pilih kursimu sendiri. kursi masa lalu yang berkarat dan tua. sudahkah kamu hitung neraca untung-rugi: biaya kampanye, biaya pat-gulipat, biaya kaos, amplop serangan fajar, koran gelap, berita dan wawancara televisi dengan pendapatanmu selama menduduki kursi: gaji besar, kesempatan korupsi, manipulasi, berkongsi, dan kleptomani resmi. langitmu bertabur kursi. kursi menghuni setiap jengkal rumah, menyesaki ruang batinmu. sampai-sampai tak bisa lagi nurani nyaman tinggal di jantung dan darah, terusir dari tubuh fanamu. syahwat kekayaan dan kekuasaan mendorong dirimu mau bersetubuh sepanjang waktu, padahal hidup hanya seumur jagung. berbunga dan lalu gugur sekarang pilih kursimu sendiri. mungkin masih yang ada kau kenali...